PAPAN INFORMASI

PAGELARAN SENI SMP N 3 PEKALONGAN 2020


Togetherness, Love, and Art



Ada yang berbeda pada tanggal 18 Januari 2020 di SMP N 3 Pekalongan. Siswa-siswi kelas IX berdandan dengan berbagai kostum. Ada yang menggunakan selendang khas penari, berbagai pakaian adat nusantara, dan lain-lain.
Mereka Nampak antusias mengikuti ujian praktik Seni Budaya yang dikemas dalam pagelaran seni. Pagelaran Seni ini merupakan yang kedua kalinya diadakan di SMP N 3 Pekalongan. Pada tahun ini tema yang diambil adalah “Togetherness, Love, and Art”.
            Tiap kelas wajib menampilkan tiga unsur, yakni tari, drama, dan musik. Berdasarkan tiga unsur tersebut, tiap siswa dapat memilih akan menampilkan yang mana dari ketiga unsur tersebut. Siswa juga dibebaskan untuk berkelompok ataupun individu.
            Kepala SMP N 3 Pekalongan, Ibu Runtut Wijiasih, S.Pd, mengatakan “Pagelaran Seni ini selain sebagai ujian praktik juga untuk melatih kepercayaan diri tampil di depan. Tidak semua nantinya siswa setelah dewasa akan menjadi pegawai. Mungkin saja nantinya akan ada yang jadi artis, atau bekerja di bidang seni. Nah,,, disinilah siswa bisa memulainya”.
            Pagelaran seni dibuka oleh tim rebana SMP N 3 Pekalongan, kemudian dilanjut dengan Srikandi Merak Mas yang menampilkan permainan musik angklung. Selanjutnya sambutan-sambutan dari Kepsek, ketua OSIS, Perwakilan kelas IX Spenga.
            Total ada 21 penampilan dari kelas IX. Dimulai dari kelas 9C yang menampilkan solo song, tari tardisional, musikalisasi puisi, akustik, duet, dan musik angklung. Kemudian kelas 9A yang menampilkan Tari tradisional, drama yang berjudul “sekolah angker”, dan music collaboration antara paduan suara yang menyayikan lagu-lagu daerah nusantara dengan iringan musik angklung. Selanjutnya kelas 9D yang nemapilkan drama “Ande-Ande Lumut”, modern dance, duet, dan musik angklung.
             
    Penampilan terakhir adalah dari kelas 9B. kelas 9B menampilkan tari batik, vocal grup yang diawali dengan drama pendek, tari dadali, musik angklung, dan akustik. Selain ditonton oleh bapak ibu guru serta karyawan Spenga, pagelaran ini juga ditonton oleh semua murid kelas tujuh dan delapan. Dengan mereka menonton acara ini, diharapkan kedepannya mereka bisa tampillebih baik lagi dari kakak kelas mereka.
 


PAGELARAN SENI SMP NEGERI 3 PEKALONGAN TAHUN 2020


Togetherness, Love, and Art

MADING RAIN-DO


Tentang Hujan

MADING RAIN-DO
Januari, Hujan Sehari-Hari. Begitulah orang-orang sering mengatakannya pada bulan Januari. Pada bulan Januari memang intensitas curah hujan sedang tinggi. Hampir setiap hari terjadi hujan pada bulan Januari. Turunnya hujan memang tidak bisa dinegosiasi, suka datang tiba-tiba. Oleh sebab itu, banyak orang yang menjadikan hujan sebagai alasan untuk tidak melakukan aktifitas. Ada yang jadi mager (males gerak), mendadak jadi kaum rebahan, dan bahkan ada yang menjadi galau karna hujan.
DETAIL MADING RAIN-DO
Hujan merupakan salah satu perkara penting bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Hujan adalah anugrah, bukan musibah. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan saat hujan. Oleh karena itu, mading kali ini menjadikan hujan sebagai tema dengan tema RAIN-Do, Apa saja yang bisa dilakukan saat hujan.
Selain artikel tentang hal-hal yang bisa dilakukan pada saat hujan, juga ada tentang bagaimana cara menjaga kesehatan saat musim hujan, rahasia hujan, kenapa saat ini cuacu tidak bisa diprediksi, reaksi netizen ketika hujan, dan makanan favorit saat hujan. Ada juga cerpen, pantun, anekdot, dan puisi yang bertemakan hujan.

   
           
DETAIL MADING RAIN-DO
Seperti biasa, background dan desain mading juga bertemakan hujan. Pada kotak mading  yang pertama menceritakan tentang berlangsungnya hujan. Hal ini ditandai dengan awan gelap dan di bawahnya ada butiran tetesan air hujan, kemudian juga ada petir yang menyambar serta payung. Pada kotak kedua menceritakan tentang setelah hujan yang cerah. Ditandai dengan pemilihan warna background yang cerah serta adanya pelangi.

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN TAHUN 2019

LATIHAN BARIS BERBARIS
KEBERSIHAN

SENAM PAGI

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN 2019


Membangun Jiwa Kepemimpinan dengan LDK

LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) SMP N 3 Pekalongan tahun ajaran 2019/2020 kali ini diadakan di Kalipaingan, Linggo Asri, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan LDK berlangsung dari tanggal 19-20 Desember 2019 yang diikuti oleh 25 peserta dari anggota OSIS angkatan 2019/2020 dan juga MPK (Majelis Perwakilan Kelas). LDK merupakan latihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini diberikan kepada peserta yang bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan dalam berorganisasi.

Berbeda dengan LDK tahun sebelumnya yang diadakan di Yonif yang dilatih oleh tentara, tahun ini diadakan di Kalipaingan yang diisi oleh guru-guru SMP N 3 Pekalongan. Kalipaingan dipilih karena dekat dengan alam terbuka, sehingga peserta juga bisa belajar pada alam.

Kegiatan LDK dibuka oleh Pak Slamet selaku perwakilan dari kepala sekolah yang berhalangan hadir. Pada hari pertama LDK, materi yang disampaikan antara lain kepemimpinan dan tata krama yang diisi oleh Pak Slamet. Pada materi ini, peserta diberi tahu tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dan juga tentang tata krama dengan guru, teman, dan orang tua.
Selanjutnya ada PBB yang dilatih oleh Pak Catur yang didalamnya mencakup baris berbaris dan kedisiplinan. Setelah PBB selesai diajak untuk bermain berkelompok. Tidak hanya untuk bermain, tapi juga untuk melatih peserta untuk kompak dan memiliki jiwa korsa. Sore harinya ada materi public speaking yang diisi oleh Bu Marchamah. Di sini peserta diajari cara berbicara di depan umum dengan baik. Public speaking ini sangat diperlukan untuk anggota organisasi, agar mereka tampil percaya diri saat ditunjuk untuk tampil di depan umum.

Materi berikutnya adalah keorganisasan yang diisi Pak Poppy. Pada materi ini, Pak poppy menyampaikan bagaimana seharusnya anggota organisasi bekerja sesuai dengan bagiannya masing-masing. Dan materi yang terakhir untuk hari pertama adalah proplem solving yang diisi oleh Bu Azim dan Bu Ani. Di sini peserta diajak untuk berdiskusi menyelesaikan masalah yang sering terjadi dalam organisasi. Kegiatan hari pertama ditutup dengan renungan malam yang menyentuh tentang berbakti pada orang tua.

Hari kedua LDK atau keesokan harinya, diawali dengan senam bersama dan evaluasi dari kegiatan sebelumnya. Siang harinya peserta-peserta melakukan kegiatan jungle tracking ke hutan dan diakhiri di sungai. Pada kegiatan ini peserta diajak untuk mengenal lebih dekat dengan alam sekitar dengan menjelajahinya.